Jumat, 25 Juli 2008

Mengenal Jati Diri (Sangkan Paraning Dumadi)

Siapa aku? Dari mana aku berasal? Untuk apa aku hidup di dunia ini? Ke mana aku akan kembali? Adakah kehidupan sesudah mati? Itulah beberapa pertanyaan yang sering timbul ketika seseorang mencari jati dirinya. Al-Qur'an sebagai pedoman hidup manusia, telah menyediakan jawaban untuk semua pertanyaan itu.

Siapa Aku?
َيَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ
وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang Telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. (Q.S. Al-Baqarah: 21).
Dan (ingatlah), ketika Rabbmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk." (Q.S. Al-Hijr: 28).
Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadianya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduk kamu kepadanya dengan bersujud. (Q.S. Al-Hijr: 29).
Merujuk dari ayat-ayat di atas, manusia memiliki 2 unsur dari 2 alam yang berbeda:
1. Jasmani; berasal dari tanah, merupakan bagian dari alam nyata.
2. Ruhani; berasal dari ruh ciptaan Allah, merupakan bagian dari alam ghaib.

Jika unsur tanah mendominasi manusia, maka manusia cenderung menjadi makhluk biologis saja, sebagaimana hewan. Bahkan Allah menyebut bisa lebih buruk dari hewan. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya dari binatang ternak itu (Q.S. Al-Furqaan: 44). Sebaliknya jika unsur ruhani yang mengendalikan, ia bisa menjadi makhluk yang paling baik. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. (Q.S. Al-Bayyinah: 7).

Sebagai bagian dari makhluk ciptaan Allah, manusia memiliki keistimewaan/ciri khas dibanding makhluk lainnya, antara lain:
1. Merupakan makhluk yang mulia (17:70), bahkan Allah memerintahkan malaikat dan iblis untuk sujud kepada Adam (manusia) (2:34);
2. Memiliki bentuk terbaik (94:4);
3. Memiliki akal/ilmu (2:31)
4. Memiliki kebebasan untuk memilih jalan hidupnya sendiri; Dalam menjalani kehidupan ini, manusia diberi dua jalan (90:10), yaitu keimanan (ketaqwaan) dan kekufuran (91:8-10). Manusia diberi kebebasan untuk memilih, atas jalan yang terang dan jelas itu (2:256).

Kamis, 24 Juli 2008

Keindahan Surga

Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa:

Di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai khamar arak yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring, dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka… (QS Muhammad: 15)

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal. (QS Al-'Ankabut: 58)

(Bagi mereka) surga Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang emas, serta dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera. (QS Fatir: 33)

Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan. Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa saja yang mereka minta. (QS Ya Sin: 55-57)

Di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak pernah berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. (QS Al-Waqi'ah: 28-34).

Selasa, 22 Juli 2008

Situasi Keimanan

Ukuran kebaikan seseorang ada pada akhir hidupnya.
“Boleh jadi di antara kalian ada yang melakukan amal-amal ahli surga, tetapi dalam takdir Allah, di dalam ilmu Allah, ia akan masuk ke dalam neraka. Dan boleh jadi di antara kalian ada yang melakukan amal-amal ahli neraka, tetapi dalam ilmu Allah, kelak ia akan masuk surga. Dalam keadaan itu ia mati.” (Al-Hadits). Maka Rasulallah SAW mengajarkan kepada kita untuk senantiasa berdoa: “Ya Allah, jadikanlah usiaku yang terbaik adalah penghujungnya. Dan hari-hariku yang terbaik adalah di mana hari-hari saya bertemu denganmu.
Awas tipu daya setan!!! Karena kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput.

Karakter Iman

Iman itu fluktuatif. Ada pasang dan surutnya, naik dan turun, datang dan pergi, bertambah dan berkurang. Rasulallah SAW bersabda: “Sesungguhnya hati hamba-hamba Allah, ada di antara kedua jari-jari Allah. Allah memutar jari-jariNya sesuai dengan yang Dia kehendaki. Untuk itu, iman harus senantiasa dijaga dan dipupuk agar selalu naik. Rasulallah SAW juga berkata: “Sesungguhnya hati itu bisa berkarat. Seperti besi berkarat.”