Sabtu, 15 November 2008

Islamic NLP

Assalamu'alaikum wr.wb.
Alhamdulillah, shalawat serta salam kita sampaikan kepada junjungan kita Rasulullah SAW.NLP atau Neuro Linguistic Programming adalah sebuah keahlian terapan. Kurang lebih, NLP berarti pemrograman berbasis NEURO (syaraf dan berbagai implikasi kinestetiknya) dan LINGUISTIK (bahasa). Atau, NLP bisa juga berarti pemrograman yang ditujukan untuk membentuk NEURO (strategy syaraf yang bermuara pada PERILAKU) tertentu dan LINGUISTIK (perilaku berbahasa) tertentu.
NLP diciptakan untuk tujuan me-MODEL perilaku orang-orang yang dianggap sukses dan berhasil, atau berbagai sikap dan perilaku yang dipersepsi sebagai "best practice", "excellent", "terbaik", "bisa dijadikan contoh", dan sebagainya, dengan harapan hasil akhir yang akan diperoleh juga kurang lebih sama sukses dan berhasilnya.
Praktisi NLP bisa dipersamakan dengan seorang programmer di dalam dunia IT. Seorang programmer dalam dunia IT, membuat program dengan BAHASA pemrograman tertentu dengan hasil akhir berupa APLIKASI (mis. MS Word, MS Excel, dll) yang kemudian di-INSTALL pada komputer sehingga komputer itu ber-PERILAKU tertentu dan berjalan di atas template yang disebut dengan OPERATING SYSTEM (mis. MS Windows XP, Unix, dll).
Programmer NLP, membuat program dengan BAHASA tertentu untuk menghasilkan APLIKASI yang di-INSTALL kepada diri manusia sehingga menunculkan PERILAKU tertentu yang berjalan di atas sebuah OPERATING SYSTEM yang secara umum disebut dengan BELIEFS SYSTEM.

NLP mempercayai bahwa manusia adalah makhluk yang utuh sebagai sebuah sistem SIBERNETIK, di mana MIND, BODY, dan SOUL adalah satu kesatuan yang utuh dan saling berpengaruh. Perubahan dalam salah satu elemen itu akan menciptakan perubahan pada sistem manusia secara keseluruhan.

MIND dan BODY, melibatkan berbagai hal dan di antara yang terpenting adalah memori atau ingatan, syaraf, otot, panca indera (VAKOG - Visual/Penglihatan, Auditory/Pendengaran, Kinestetik/Perasaan/Perbuatan, Olfactory/Penciuman, Gustatory/Pencecapan/Lidah/Rasa) dan sebagainya.NLP berfokus pada STRUKTUR dan bukan CONTENT. Ia berfokus pada berbagai fenomena dan proses, tentang bagaimana suatu CONTENT bisa tercipta. Ia lebih banyak berbicara tentang HOW ketimbang WHAT.
Dunia sudah membuktikan bahwa NLP adalah sebuah tool yang sangat powerful untuk mencapai berbagai target dan cita-cita serta merubah dan memperbaiki berbagai sikap dan perilaku manusia. Ini sudah diterapkan dalam berbagai bidang seperti bisnis, komunikasi, pelatihan, olah raga, leadership, manajemen, manajemen karir, hubungan pribadi, dan sebagainya.
Mereka yang berhasil me-MODEL keberhasilan orang lain, cenderung mendapatkan hasil yang kurang lebih sama dengan orang yang di-MODEL-nya. Jika orang lain bisa, maka kita pun bisa. Pertanyaannya adalah BAGAIMANA?
Pada dasarnya, NLP berharap agar setiap manusia bisa menjadi manusia yang seluruh bagian sibernetika-nya, ber-KONGRUENSI satu sama lain. Menjadi manusia seutuhnya. Tidak saling bertentangan dan menuju ke satu titik tujuan.
Ini bukan robotisasi melainkan sebaliknya, memanusiakan manusia seutuhnya.
Bagaimanakah hubungan NLP dengan diri kita sebagai seorang muslim?
Dapatkah NLP memberi sumbangsih bagi peningkatan keimanan dan ketakwaan?
Dapatkah kita membuat program-program untuk di-INSTALL ke dalam diri dan menghasilkan PERILAKU tertentu yang makin islami dan berjalan di atas operating system AKIDAH dan KEIMANAN?
Akankah perubahan di dalam PERILAKU itu bisa ikut meningkatkan kadar IMAN dan TAKWA? Sebagaimana perkembangan, perubahan, dan tuntutan kebutuhan APLIKASI komputer pada akhirnya mendorong di-upgrade-nya sebuah OPERATING SYSTEM?
Saya yakin bisa!
Keimanan setiap muslim, dimanifestasikan dalam tiga fungsi:
1. Diikrarkan dengan hati.
2. Diucapkan dengan lisan.
3. Diamalkan dengan anggota badan.
Diri seorang muslim juga merupakan sebuah sistem sibernetik. Dalam konteks itu, manusia semestinya bisa menjadi manusia seutuhnya dengan meng-KONGRUEN-kan segala atribut kemanusiaannya. Operating System-nya adalah akidah, iman, dan takwa. Tingkat KONGRUENSI-nya bisa dipersamakan dengan ke-KAFFAH-annya sebagai seorang muslim.
Perubahan pada hati, lisan, atau anggota badan, akan memicu perubahan secara keseluruhan di dalam diri seorang muslim. Bahkan, dapat mengarah pada kebutuhan akan perlunya upgrade terhadap akidah, iman, dan takwa-nya.
Hati adalah CONTENT, dan hanya Allah SWT yang mengetahui isinya."Rahasiakan perkataanmu atau nyatakan, sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati."Al-Mulk:13.
Lisan adalah struktur LINGUISTIK yang bisa di-MODEL dan ditingkatkan kemampuannya sehingga mengarah pada model LINGUISTIK dari para muslim yang dianggap "excellent".Amal dengan anggota badan, tidak dapat meninggalkan elemen kemanusiaan dalam bentuk panca indera, otot, serta emosi. Ini adalah bentuk KINESTETIK dan FEELING yang dihasilkan dari segala proses NEUROLOGIS di otak dan melibatkan seluruh panca indera serta otot dan emosi manusia. Ini juga bisa di-MODEL.
Lisan dan anggota badan adalah STRUKTUR yang bisa di-MODEL. Keduanya adalah hubungan-hubungan antara MIND dan BODY di dalam diri manusia.Keselarasan dan ke-KONGRUEN-an di antara ketiganya, mengarah pada meningkatnya ke-KAFFAH-an seorang muslim.
"Sesungguhnya, kamu dapati dalam diri Rasulullah saw., SURI TELADAN yang sebaik-baiknya bagi orang yang mengharapkan (bertemu dengan) Allah dan yang mempercayai Hari Kemudian serta yang banyak mengingat Allah."Al-Ahzab:22.
Bagaimanakah kita makin mampu dalam men-SURI TAULADANI (baca: me-MODEL) seorang Rasulullah SAW yang excellent?Adakah sebuah tool yang bisa dikembangkan secara khusus untuk melakukan MODELLING semacam ini? NLP adalah salah satunya.Bagaimanakah kita bisa meneladani NEURO dan LINGUISTIK beliau? Bagaimanakah kita bisa meneladani beliau dengan berbagai aktivitas anggota badan yang tidak hanya berupa gerakan, tapi juga dapat menyelami PANCA INDERA, FEELING, dan EMOSI beliau (SENSORY ACUITY-nya)?
Bagaimanakah caranya kita bisa menduplikasi PATTERN keimanan dari para sahabat dan tabi'in dan orang-orang sholeh lainnya, dalam STRUKTUR mind-body-nya?
Apakah yang bisa kita pelajari dari seorang sahabat Rasulullah SAW yang setiap kali mengambil air wudhu, wajahnya seketika terpucat-pucat? Apa yang terjadi padanya secara NEUROLOGIS yang memunculkan kepucatannya? Bagaimana dengan PANCA INDERA, FEELING, dan EMOSI-nya? Bisakah kita mempelajarinya lebih jauh sehingga bisa kita SURI TAULADANI dalam kenyataan perbuatan? Bagaimanakah proses LINGUISTIK di dalam dirinya, sehingga yang muncul adalah perkataannya, "Tahukah engkau kepada Siapa kita akan menghadap?"
Bagaimanakah fenomena NEUROLOGIS dan LINGUISTIK dari seorang sahabat, yang tidak merasakan sakit sedikit pun saat begitu banyak anak panah yang menancap di tubuhnya dicabut satu demi satu? Bagaimana ia meng-INSTALL suatu PROGRAM tertentu ke dalam dirinya sehingga mencapai fenomena itu?
Mengapakah ada fenomena aneh yang sering terjadi pada orang-orang sholeh?
Bagaimana bisa seorang ulama besar mampu menghalau jin dengan sekedar menitipkan terompahnya pada orang lain guna di-tutuk-kan pada kepala orang lain yang kesurupan? Apa yang ia INSTALL dan PROGRAM-kan pada orang itu dan pada orang yang kesurupan?
Bagaimanakah ceritanya, seorang sahabat bisa MERASAKAN api neraka seolah hampir menyentuh kulitnya? Bagaimana seorang sahabat bisa MENCIUM bau surga padahal belum pernah ke sana?
Tak seorang pun di antara kita pernah ke surga atau ke neraka. Bagaimanakah kita bisa begitu sangat mengidam-idamkan surga dan tidak pernah bermimpi untuk masuk neraka? Itukah sebabnya Allah SWT mem-VISUAL-kan keduanya di dalam Al-Quran dengan sungai susu, emas, dan bidadarinya? Lantas bagaimanakah kita bisa mendarahdagingkan VISUALISASI itu ke bentuk yang makin utuh secara VAKOG?
Kok bisa sih, para sahabat dan orang-orang sholeh bisa dengan cepat menghafal Al-Quran dengan lengkap dan presisi di usia yang teramat muda? Photoreading-kah? Peripheral vision-kah? Bagaimanak mereka menentukan STRATEGI untuk MEMORI mereka?
Bagaimanakah kita bisa meningkatkan keyakinan kita akan kata-kata Rasulullah SAW dan teks Al-Quran begitu sempurna secara LINGUISTIK? Bagaimana me-MODEL-nya secara LINGUISTIK untuk kepentingan peningkatan iman dan takwa?
Bagaimanakah caranya Rasulullah SAW, para sahabat, dan orang-orang sholeh melakukan berbagai aktivitas ibadah dengan khusuk dan fokus? Apa STRATEGI mereka dalam meng-KONGRUEN-kan mind, body, dan soulnya sehingga mereka menjadi manusia-manusia yang utama?
Sesungguhnyalah, isi hati dan ukuran keimanan hanya milik Allah SWT. Pun demikian, setiap kita telah dianugerahkan mind dan body, yang ternyata persis sama dengan siapapun, kapan pun, di mana pun, secara NEURO, LINGUISTIK, VAKOG, FEELING, EMOSI, SYARAF, DARAH, OTOT, dan DAGING. Kita bisa belajar lebih jauh kepada mereka.
Semoga kita menjadi manusia muslim yang makin kuat dalam akidah, iman, dan takwa. Allahua'lam. Ammiieen Ya Robbal Al Amiin.
Mari kita belajar NLP ISLAMI demi meningkatkan keimanan dan takwa, demi akidah, dan demi ke-KAFFAH-an sebagai seorang muslim. Mari, dengan tetap berpegang teguh pada AKIDAH, IMAN, TAKWA, QURAN, HADITH, SYARA' dan FIQH sebagai pegangan untuk OPERATING SYSTEM kita.
Silahkan bergabung di sini:
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Ikhwan Sopa Praktisi NLP
NB: Saya bukan seorang ustadz atau kyai. Saya hanya pembelajar. Saya tidak mengklaim bahwa keimanan dan ketakwaan saya telah memadai. Saya juga mungkin melakukan kesalahan dan kekhilafan, termasuk dalam tulisan di atas. Mari kita sama-sama memperbaiki diri di dalam komunitas ini.

Minggu, 09 November 2008

Indeks Kebahagiaan

Kebahagiaan itu berada di Pasifik: Pulau kecil Vanuatu
Orang bisa hidup panjang dan bahagia tanpa menghabiskan kekayaan dan membuang uang, kata sebuah survei. "Indeks Planet Bahagia" yang mengukur indeks di 178 negara menyatakan pulau Vanuatu di Pasifik Selatan sebagai tempat paling bahagia di planet Bumi.

Indeks ini disusun berdasarkan tingkat pengeluaran masyarakat, usia harapan hidup dan tingkat kebahagiaan, bukan dengan tolok ukur kesuksesan ekonomi suatu negara seperti produk domestik bruto (PDB). Studi itu disusun oleh lembaga pengkajian the New Economics Foundation (NEF).

Salah satu penyusun indeks NEF, Nic Marks mengatakan tujuan indeks itu adalah memperlihatkan bahwa kebahagiaan tidak harus terkait dengan kekayaan dan tingkat pengeluaran yang tinggi.
'TEMPAT PALING BAHAGIA'
Penduduk: 209.000
PDB/kapita: $2.900
Cuaca: tropis
Sumber daya: hutan, ikan
Ekonomi: pertanian, pariwisata
Masalah lingkungan: pembalakan hutan dan air bersih
Sumber: CIA Handbook 2006

"Jelas bahwa tidak satu pun negara yang masuk ke dalam indeks itu memiliki segalanya, tetapi ini memberikan indikasi bagaimana kita mencapai umur panjang dan hidup bahagia dengan apa yang ada di sekitar lingkungan kita," kata Marks.

Vanuatu adalah negara kepulauan kecil di Pasifik Selatan dengan penduduk 209.000 orang dan bukan negara kaya. Perekonomiannya tergantung pada pertanian berskala kecil dan industri pariwisata. PDB Vanuatu hanya menempati peringkat ke-207 dari 233 negara. Namun, masyarakat negeri ini tetap merasa bahagia.

Di peringkat lima besar, ditempati negara-negara Amerika Latin dan Tengah serta Karibia, yaitu Kolombia, Kosta Rika, Dominika dan Panama. Sedangkan Zimbabwe menempati peringkat terbawah daftar ini. Di peringkat lima besar terbawah adalah Swaziland, Burundi, Republik Demokratik Kongo dan Ukraina.
Sementara negara-negara makmur ternyata bukan termasuk yang terlalu bahagia. Inggris menempati peringkat ke-108, Jerman ke-81, Jepang ke-95 dan Amerika Serikat di peringkat ke-150. Sedangkan Rusia di tempat ke-172 dan Italia di peringkat-66.

Belanja tidak akan membawa kebahagiaan kata studi NEF

Koordinator ekonomi Friends for the Earth, Simon Bullock mengatakan dari hasil penelitian itu menunjukkan kebahagiaan ternyata tak harus menguras isi bumi. "Penelitian dengan basis PDB sudah kuno, tidak membangun dan tidak menciptakan hidup yang lebih baik," kata Bullock. "Contohnya perekonomian Inggris maju pesat, namun nyatanya masyarakat Inggris tak lebih bahagia ketimbang orang Kolombia, bahkan jauh tidak bahagia."

Marke Lowen dari Vanuatu Online, koran online negeri kecil itu mengatakan rakyat Vanuatu bisa bahagia karena terbiasa dengan kondisi yang serba minim. "Kami bisa bahagia karena masyarakat kami sudah puas dengan kondisi yang serba terbatas ini," katanya pada harian Guardian. "Kami bukan masyarakat yang konsumtif. Kehidupan kami di sini adalah tentang keluarga, teman dan berbuat baik untuk orang lain. Vanuatu adalah tempat di mana Anda tak pernah merasa khawatir." "Satu-satunya hal yang kami khawatirkan hanyalah angin topan dan gempa bumi."

Di mana posisi Indonesia? Ternyata masyarakat Indonesia dinilai cukup bahagia karena menempati peringkat ke-23. Namun, Filipina maih sedikit lebih baik di posisi ke-17 sedangkan Thailand di posisi ke-32.

Sabtu, 08 November 2008

UMP DKI Tahun 2009 sebesar Rp 1.069.865,00.

UMP DKI Jakarta tahun 2009 naik 10%, menjadi Rp1.069.865,00. Walaupun nilai tersebut masih jauh dari angka kebutuhan hidup layak (KHL), patut kita syukuri bahwa keputusan tersebut jauh lebih baik daripada surat keputusan bersama empat menteri yang konon kabarnya mematok kenaikan UMP pada tingkat pertumbuhan ekonomi nasional.


File Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor: 101 Tahun 2008, Tentang Upah Minimum Propinsi (UMP) Tahun 2009 dapat didownload di http://www.ziddu.com/download/2607077/UMPDKI2009.pdf.html.

Rabu, 13 Agustus 2008

Demi Waktu

Apa yang paling jauh dari kita? Jawabannya adalah masa lalu, karena waktu yang telah kita lewati tidak akan pernah kita dapatkan kembali. Walau itu hanya 1 detik yang lalu. Untuk itu sudah sepatutnya manusia menghargai dan mendayagunakan waktu hidupnya di dunia ini seoptimal mungkin.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al 'Ashr ayat 1-3. Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.
Ar Razi dalam tafsirnya mengenai keterkaitan antara waktu dan kerugian menyatakan: Ketika rugi dipahami sebagai hilangnya modal, sementara modal manusia adalah umur yang dimilikinya, maka manusia senantiasa mengalami kerugian. Sebab, setiap saat dari waktu ke waktu umur yang menjadi modalnya terus berkurang. Apalagi kalau umurnya digunakan untuk mengerjakan yang mubah dan maksiat kepada Allah SWT, maka kita bisa bangkrut atau gulung tikar.

Dalam sehari semalam setiap manusia diberi modal waktu yang sama yaitu 24 jam. Umumnya, waktu hidup manusia akan digunakan untuk:
1.Tidur, rata-rata 8 jam/hari (1/3 hari)
2.Bekerja, rata-rata 8 jam/hari (1/3 hari)
3.Lain-lain (1/3 hari)
Artinya, 2/3 waktu hidup manusia sudah dialokasikan, sisanya tinggal 1/3.
Bagaimana mendayagunakan 1/3 waktu yang tersisa agar optimal?

Jumat, 25 Juli 2008

Mengenal Jati Diri (Sangkan Paraning Dumadi)

Siapa aku? Dari mana aku berasal? Untuk apa aku hidup di dunia ini? Ke mana aku akan kembali? Adakah kehidupan sesudah mati? Itulah beberapa pertanyaan yang sering timbul ketika seseorang mencari jati dirinya. Al-Qur'an sebagai pedoman hidup manusia, telah menyediakan jawaban untuk semua pertanyaan itu.

Siapa Aku?
َيَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ
وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang Telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. (Q.S. Al-Baqarah: 21).
Dan (ingatlah), ketika Rabbmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk." (Q.S. Al-Hijr: 28).
Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadianya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduk kamu kepadanya dengan bersujud. (Q.S. Al-Hijr: 29).
Merujuk dari ayat-ayat di atas, manusia memiliki 2 unsur dari 2 alam yang berbeda:
1. Jasmani; berasal dari tanah, merupakan bagian dari alam nyata.
2. Ruhani; berasal dari ruh ciptaan Allah, merupakan bagian dari alam ghaib.

Jika unsur tanah mendominasi manusia, maka manusia cenderung menjadi makhluk biologis saja, sebagaimana hewan. Bahkan Allah menyebut bisa lebih buruk dari hewan. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya dari binatang ternak itu (Q.S. Al-Furqaan: 44). Sebaliknya jika unsur ruhani yang mengendalikan, ia bisa menjadi makhluk yang paling baik. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. (Q.S. Al-Bayyinah: 7).

Sebagai bagian dari makhluk ciptaan Allah, manusia memiliki keistimewaan/ciri khas dibanding makhluk lainnya, antara lain:
1. Merupakan makhluk yang mulia (17:70), bahkan Allah memerintahkan malaikat dan iblis untuk sujud kepada Adam (manusia) (2:34);
2. Memiliki bentuk terbaik (94:4);
3. Memiliki akal/ilmu (2:31)
4. Memiliki kebebasan untuk memilih jalan hidupnya sendiri; Dalam menjalani kehidupan ini, manusia diberi dua jalan (90:10), yaitu keimanan (ketaqwaan) dan kekufuran (91:8-10). Manusia diberi kebebasan untuk memilih, atas jalan yang terang dan jelas itu (2:256).

Kamis, 24 Juli 2008

Keindahan Surga

Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa:

Di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai khamar arak yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring, dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka… (QS Muhammad: 15)

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal. (QS Al-'Ankabut: 58)

(Bagi mereka) surga Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang emas, serta dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera. (QS Fatir: 33)

Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan. Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa saja yang mereka minta. (QS Ya Sin: 55-57)

Di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak pernah berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. (QS Al-Waqi'ah: 28-34).

Selasa, 22 Juli 2008

Situasi Keimanan

Ukuran kebaikan seseorang ada pada akhir hidupnya.
“Boleh jadi di antara kalian ada yang melakukan amal-amal ahli surga, tetapi dalam takdir Allah, di dalam ilmu Allah, ia akan masuk ke dalam neraka. Dan boleh jadi di antara kalian ada yang melakukan amal-amal ahli neraka, tetapi dalam ilmu Allah, kelak ia akan masuk surga. Dalam keadaan itu ia mati.” (Al-Hadits). Maka Rasulallah SAW mengajarkan kepada kita untuk senantiasa berdoa: “Ya Allah, jadikanlah usiaku yang terbaik adalah penghujungnya. Dan hari-hariku yang terbaik adalah di mana hari-hari saya bertemu denganmu.
Awas tipu daya setan!!! Karena kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput.